(LIPUTAN Blogger Fita Chakra) Jakarta Art Award 2012: Mengenalkan Seni Lukis pada Anak

Jumat, 28 September 2012 saya mendapatkan undangan Jakarta Art Award 2012. Undangan tersebut saya peroleh sebagai salah satu wakil Komunitas Emak-emak Blogger. Meski acara dimulai pada pukul 18.00, sore hari, sekitar pukul 16.00 saya sudah berangkat dari rumah menuju Pasar Seni, Ancol. Sengaja, saya mengajak Keisya, putri sulung saya. Kebetulan dia suka menggambar, jadi saya berharap dia bisa mengamati lebih dekat lukisan-lukisan yang dipamerkan. Siapa tahu dengan melihat pameran, sense seni lukisnya terasah, dan dia jadi termotivasi belajar melukis.
Sampai disana, acara hampir dimulai. Penampilan band pembuka yang memainkan beberapa lagu membuat saya dan Keisya cukup terhibur. Terus terang, tadinya saya khawatir dia akan bosan dengan ceremonial acara ini. Syukurlah, kekhawatiran saya tidak terjadi. Keisya kelihatan menikmati acara. Dia hanya tak sabar ingin melihat pameran.
Suasana di depan North Art Space, Pasar Seni Ancol

 

Sambutan Bapak Fauzi Bowo
Bertempat di depan Gedung North Art Space (yang desainnya unik, ada hiasan semut-semut berjajar di dindingnya, menyerupai semut betulan), International Painting Competition: Winners Announcement and Exhibiton digelar. Kali ini tema yang diangkat adalah “Ideal World: Interpreting a Perfect Life”, para finalis lomba melukis menampilkan lukisan-lukisan yang menafsirkan kehidupan ideal di dunia, kehidupan yang paling baik, paling nyaman, dan menyenangkan.

 

Para tamu undangan

Acara dibuka oleh Bapak Fauzi Bowo dengan sambutan. Selanjutnya beberapa sambutan dan testimoni dari Bapak Yugi Parayanto (Wakil KADIN), juga Amril Taufik, wakil dari para blogger. Yang unik, ada juga penampilan Studio Fantasi Ancol dengan tarian etnis khas Indonesia, yang dikemas modern dengan gerakan dan musik dinamis.

Jakarta Art Awards adalah kompetisi dua tahunan yang diadakan sejak tahun 2006. Ajang ini memberikan kesempatan pada seniman-seniman untuk memamerkan karyanya. Selain seniman dari dalam negeri juga diikuti oleh seniman dari luar. Diharapkan acara ini berhasil menumbuhkan kreasi dan yang lebih baik. Tahun ini terdapat kurang lebih 3300 karya yang masuk (masing-masing peserta umumnya mengirimkan sekitar tiga karya terbaik mereka).
Acara yang paling ditunggu, tentu saja, yang paling ditunggu adalah pengumuman pemenang. Dari ribuan seniman yang mengirimkan  karya diperoleh lima karya terbaik dan satu pemenang utama. Selain itu, juga ada satu pelukis internasional yang mendapat penghargaan.

Pengumuman pemenang oleh Bapak Sri Hadi Sudarsono (Ketua Panitia)
Para pemenang dan juri
Berikut ini pemenang lima terbaik (Best Painting)
1. Siluet Insan Kamil karya Banu Arsana (Yogya)
2. Detak Jantung Jakarta karya Mansur Mas’ud (Belitung)
3. Sesuatu yang Indah karya S. Dwi Stya (Yogya)
4. Reparasi Nurani karya Sentot Widodo (Yogya)
5. Unity karya Vani Hidayatur Rahman (Yogya)
Pemenang Utama berjudul Keluarga Sakinah karya Sapto Sugiyo Utomo (Solo)
Best Painting International Participant Love Love Love karya Mai Erard
Karya salah satu finalis, bercorak anak-anak
Suasana pameran
Setelah acara, saya dan Keisya mengelilingi tempat pameran. Di tempat itu dipamerkan 74 karya finalis yang terpilih. Karena baru pertama kali melihat pameran lukisan, dia antusias sekali. Memang bagi saya sendiri, yang tidak bisa melukis, lukisan-lukisan yang dipamerkan tampak hebat.
Ada yang menampilkan detail titik dan garis di seluruh kanvas, ada lukisan yang terbuat dari kayu, ada pula lukisan yang terlihat sangat hidup, sampai yang abstrak (yang membutuhkan pemikiran lebih dalam untuk mengetahui artinya). Ketika saya tanya, mana lukisan yang paling Keisya suka? Dia menjawab “Lukisan pemenang itu lho, Bun. Kelihatan seperti kardus beneran.”
Karya Pemenang Utama, Sapto Sugiyo Utomo berjudul “Keluarga Sakinah”
Salah satu karya terbaik S Dwi Stya berjudul “Sesuatu yang Indah”
Mengamati lukisan yang terbuat dari kayu

Saking berkesannya acara itu, sekarang dia semakin semangat belajar menggambar. Tiap hari ada saja yang digambarnya. Nah, bagi teman-teman yang ingin datang kesana, pamerannya masih terbuka untuk umum, kok sampai tanggal 28 Oktober 2012 mulai pukul 09.00-17.00. Sesekali, agar akhir pekan berbeda dari liburan biasanya, tak ada salahnya mengajak anak-anak kesana. Mereka bisa belajar mengenal dan mencintai seni lukis dari acara seperti ini. Dengan demikian, mereka pun bisa menghargai seni dengan baik.

Keisya mejeng di depan papan penunjuk JAA 2012

SUMBER

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s