(LIPUTAN Blogger Dzulfikar Al A’la) : Keluarga Sakinah Dapat Mewujudkan Sebuah Dunia Ideal, Jakarta Art Award 2012

Hari Senin, 24 September 2012 secara tak sengaja saya melihat status pak Dian Kelana memposting sesuatu di group Kampret. Pak Dian Kelana adalah seorang blogger senior yang saya kenal melalui Kompasiana. Sedangkan group Kampret adalah teman-teman blogger Kompasiana yang doyan jeprat-jepret. Nah dari postingan pak Dian Kelana di grup Kampret Facebook itulah saya mendapat undangan dari panitia Jakarta Art Award 2012.

Awalnya saya ingin mengajak istri saya turut serta karena tertera dalam undangan berlaku untuk dua orang. Tapi mengingat jarak Pamulang-Ancol sangat jauh akhirnya istri saya mengurungkan niatnya menemani saya. Padahal kami sudah membayangkan bisa duduk berdua di tepi pantai Taman Impian Jaya Ancol.

Akhirnya pada hari keberangkatan saya menyiapkan senjata andalan saya untuk ngeblog yaitu sebuah smartphone hadiah dari ngeblog juga hehehe. Apalagi menurut panitia ada lomba twitpic di lokasi acara nanti. Meskipun sejujurnya belum terbayang sedikitpun apa yang akan terjadi disana nanti.

Sore itu jalanan memang sangat ramai, maklum saya berangkat ditengah orang-orang yang bekerja di Jakarta pulang kantor. Ditambah lagi malam Sabtu yang cerah menambah motivasi warga Jakarta untuk keluar rumah. Beberapa lokasi wisata tampaknya sudah mulai didatangi beberapa pengunjung. Salah satunya yang saya lihat adalah Monumen Nasional.

Dengan susah payah akhirnya saya tiba di gate masuk Ancol. Saya disambut dengan ramah oleh seorang security kemudian mengarahkan saya pada petugas loket. Langsung saja saya tunjukkan undangan dari panitia Jakarta Art Award. Kemudian setelah diberikan kartu parkir saya langsung menuju ke Pasar Seni, tempat diselenggarakannya malam penghargaan di bidang seni.

Saat tiba di lokasi acara ternyata sudah banyak blogger yang berkumpul, namun belum satu batang hidung pun yang saya kenal. Saya berusaha mencari-cari beberapa orang yang mungkin saja saya kenal. Ah tampaknya usaha saya sia-sia. Kemudian saya memutuskan untuk mengisi buku tamu dahulu sebelum melaksanakan Sholat Maghrib.

Dengan ramah para penjaga buku tamu melemparkan senyuman manisnya. Pantas saja para blogger nulis biodatanya lama sekali hehe. Kemudian setelah itu saya langsung bergegas ke Musholla yang bersebelahan dengan lokasi acara. Alhamdulilah akhirnya saya bertemu orang yang saya kenal. Diantaranya mas Hazmi Srondol dan Datuk Dian Kelana.

Setelah bertemu mereka berdua saya mulai merasa lega. Setelah kami melaksanakan sholat maghirb kami langsung duduk di barisan depan. Itupun setelah diminta MC untuk maju ke depan. Ya sudah lah saya langsung duduk di tengah-tengah. Di sisi samping kiri saya toh ada mas Hazmi dan Datuk Dian Kelana.

Setelah menunggu beberapa saat sambil diiringi beberapa lagu dari dua vokalis band akhirnya tamu yang di tunggu-tunggu datang jua. Saya melihat raut wajah yang tidak asing lagi yaitu Bang Fauzi Bowo sang Gubernur DKI Jakarta.  Sayangnya jabatannya itu harus di limpahkan pada Jokowi yang sementara dinyatakan menang pada putaran kedua melaui perhitungan cepat beberpa lembaga survei.

Memang Pilkada DKI Jakarta sangat menyedot perhatian warga bukan hanya warga Jakarta melainkan juga rakyat Indonesia. Semua tertuju perhatiannya pada Bang Foke dan Mas Jokowi.

Hebatnya saya tidak melihat kegundahan dari raut wajah Foke. Beliau datang dengan wajah yang tenang dan melemparkan senyuman pada semua undangan yang mengajaknya bersalaman. Saya sadar sepertinya hanya saya saja di barisan paling depan yang duduk sendiri sementara yang lainnya berdiri menyambut sang Gubernur. Entahlah, mungkin saya sedikit kaget juga melihat ketenangan Bang Foke. Alhamdulillah beliau masih bisa datang di masa-masa akhir jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Setelah semua duduk dengan tenang akhirnya acara Jakarta Art Award 2012 dibuka dengan tarian dari Taman Impian Jaya Ancol. Tarian tersebut memang membuat beberapa penonton terpana. Bisa saja mereka baru pertama kalinya melihat tarian seperti itu. Termasuk saya hehehe.

Bang Foke ditemani oleh Bapak Yogi dari Kadin pun tampaknya menikmati tarian dari Taman Impian Jaya Ancol. Para penari bergerak dengan penuh semangat. Apalagi ada dua orang dayang-dayang cantik di depan panggung yang ikut menghiasi tarian di panggung. Padahal tugasnya sederhana, hanya mengibas-ngibaskan tangan yang sudah dibalut dengan kostum warna warni.

Setelah tarian usai kemudian MC mencoba mencairkan suasana dengan mengajak beberapa undangan berbincang-bincang secara langsung. Salah satunya adalah bapak Yogi dari Kadin, Bapak Budi Karya Sumadi selaku Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol dan perwakilan dari para Blogger. Tampaknya yang mewakili blogger adalah ketua Blogger Bekasi. Ada anggota blogger Bekasi yang saya kenal selain Hazmi Srondol yaitu pak Guru Wijaya Kusuma dan Erfana Nalakiano yang sudah malang melintang di dunia perbloggeran.

Setelah itu akhirnya MC memangil ketua dewan juri Jakarta Art Award 2012 yaitu Prof. Sri Hadi Suharsono. Menurut beliau Bang Fauzi Bowo dan Pak Ciputra adalah juri kehormatan yang juga ikut menilai beberapa karya seni yang di lombakan.

Akhirnya Prof. Sri mengumumkan lima karya lukisan terbaik dan satu pemenang utama yaitu mas Sapto dari Solo dengan judul lukisan Keluarga Sakinah. Lukisan mas Sapto ini memang menarik. Dengan melukis tumpukan kardus dan ada gambar mobil keluarga dan motor tua. Sangat menarik sekali. Lihat saja salah satu pengunjung yang sedang terpana menikmati lukisan mas Sapto. Sempat saya berpikir saya da di posisi yang sama. Untuk orang yang masih awam dalam bidang seni saya sepertinya berpikir “kok bisa yaa, lukisan kayak anak-anak seperti ini memenangi lomba bertaraf Internasional”

Dan Alhamdulillah saya sempat berfoto dengan salah satu juara lukisan terbaik. Didalam lukisan tersebut yang lebih banyak di dominasi dengan warna hitam dan putih, ternyata terdapat sosok yang dikenal sebagai guru bangsa. Seolah sudah ditakdirkan menang karena kemenangannya hampir bertepatan dengan 1000 hari meninggalnya bapak bangsa KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur.

Para jurnalis dan blogger berlomba-lomba mengambil gambar para pemenang yang sedang di hadiahi piagam dan thropy langsung dari para dewan juri dan gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Setelah itu bang Foke lalu memberikan sambutan-sambutannya. Foke sangat mengapresiasi para seniman Indonesia. Dan harapannya kedepan pemerintah bisa terus menyelenggarakan acara tersebut sebagai apresiasi terhadap para seniman yang masih produktif berkarya.

Setelah menutup sambutannya akhirnya Foke diminta menggoreskan kuas diatas kain kanvas yang menandakan bahwa pameran yang berlangsung dari tanggal 28 September 2012 hingga 28 Oktober 2012 telah resmi di buka. Pameran terletak di Pasar Seni Ancol di gedung Nort Art Space.

Jakarta Art Award 2012 ini adalah gelaran yang keempat. Pesertanya bukan hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Mengambil tema Ideal Word (menafsirkan kehidupan yang sempurna), rasanya dua kata tentang Keluarga Sakinah (lukisan yang meraih pemenang utama dan berhak atas hadiah sebesar 100 juta rupiah) benar-benar mencerminkan Ideal World. Tanpa keluarga sakinah kehidupan seseorang belum-lah lengkap. Juri bukan hanya jeli melihat lukisan tapi juga eksentrik menentukan pemenang dari judul lukisannya.

Dengan terwujudnya keluarga-keluarga yang sakinah bukan tidak mungkin melahirkan Ideal World. Dunia yang aman, damai, tentram dan menjadi semua idaman makhluk hidup yang hidup di dalamnya.

Nah uniknya disinilah terlihat mana yang memang pecinta seni mana yang memang blogger sejati (baca: para pencari gratisan). Setelah penyerahan hadiah usai, Bang Foke diarahkan untuk melihat semua lukisan peserta di dalam gedung. Sementara para blogger melipir ke dua tenda makanan hehehehe, termasuk saya juga. Sudah ada makan malam yang menunggu untuk di santap.

“Well sepandai-pandainya blogger merangkai kata, mereka butuh makan juga”

Bukan hanya blogger yang berbaur disana, ternyata ada juga beberapa jurnalis yang melipir ke tenda makanan. Diikuti oleh beberapa tamu-tamu undangan lainnya yang berpenampilan necis. Disini juga sangat kontras terlihat mana blogger dan mana tamu undangan kehormatan hehe.

Akhirnya saya dan Om Wijaya Kusuma memutuskan untuk ikut makan malam bersama blogger lainnya. Setelah makan malam kemudian barulah kami melihat-lihat lukisan hasil peserta perlombaan.

Tak berhenti saya mengucap Subhanallah dalam hati. Begitu tingginya imajinasi para seniman. Hal-hal yang sepele menjadi bermakna di tangan para seniman. Mobil rusak saja sampai dilukis dan memang menarik dan unik. Cara para seniman berpikir memang sangat unik. Tidak akan pernah terpikirkan sebelumnya oleh orang biasa namun di tangan seniman hal tersebut bisa diubah menjadi luar biasa. Salut pada para seniman Indoneisa. Para Blogger sangat bangga terhadap hasil karya dan para Seniman Indonesia.

Om Jay sempat melontarkan pernyataan yang membuat saya merenung. Wah enak ya jadi seniman. Cuma lukis-lukis gitu aja dapet 100 juta. Kalau saya ingin mendaptkan uang sebanyak itu saya harus menulis. Kemudian menjadikan tulisan tersebut menjadi sebuah buku. Dari buku alhamdulillah Om Jay sudah mampu menghasilkan mobil baru. Semoga saya juga bisa ketularan sukses yaa Om Jay, begitu balas saya.

Di akhir acara kemudian kami saling berpamitan pulang. Dan alhamdulillah saya mendapatkan hadiah dari lomba twitpic berupa dua tiket masuk Dufan. Istri saya di rumah sangat senang sekali mendaptkan hadiah tersebut.

Terimakasih Jakarta Art Award 2012, Pasar Seni Ancol dan Taman Impian Jaya Ancol. Sampai berjumpa lagi bersama para blogger di tahun mendatang.

Salam Hangat

@gurubimbel

SUMBER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s